My Baby Blog
Berita dan cerita anak-anak
Agar Anak Tak Jadi Si Pemukul
Agar Anak Tak Jadi Si Pemukul
Namun, dengan keterbatasan kemampuan berkomunikasi, penyelesaian masalah lebih melibatkan reaksi perilaku langsung atau pengungkapan perasaan dibandingkan dengan logika. Akibatnya, kemarahan meledak. Dan bukan tidak mungkin cara ini merupakan alat atau strategi dari pemecahan masalah yang dihadapi si kecil.
Berikut, tip membimbing anak tidak jadi pemukul:
Berikan contoh perilaku yang baik
Anda tidak bisa memaksa si kecil berperilaku baik jika Anda sendiri tidak dapat mengendalikan diri.Berikan contoh yang baik, jangan sering berteriak, marah-marah, bahkan mengamuk atau memukul orang lain saat menginginkan sesuatu atau menghadapi suatu masalah.
Mengetahui dan mencukupi kebutuhan fisik anak
Anak yang lapar dan lelah akan lebih mudah marah dan frustrasi. Jadi jangan heran jika anak Anda tiba-tiba ‘mengamuk’ saat menemani Moms belanja di mal dalam waktu yang cukup lama.
Batasi tuntutan terhadap si kecil
Terlalu banyak aturan/tuntutan yang ‘kurang penting’ akan menjadikan anak mudah frustrasi, yang berujung pada tantrum. Kebanyakan usia toddler sangat aktif, terlalu membatasi gerak dan aktivitasnya akan membuat anak mengalami ‘masalah’.
Menyadari saat tantrum mulai muncul
Karena tantrum merupakan tahapan normal yang biasa dialami oleh banyak anak, maka Moms harus peka, memahami dan berusaha untuk mencegah perilaku ini menjadi berkelanjutan. Cobalah untuk mengerti saat anak mulai ‘uring-uringan’.
Ajaklah bicara, misal, “Adik marah karena Mama minta beresin mainan, ya?” Pengertian dan kesabaran orangtua saat menghadapi anak marah akan membuat anak berproses menurunkan perasaan tidak nyamannya.
Ajarkan anak untuk mengungkapkan keinginan dengan kata-kata
Relaksasi yang paling sering dilakukan adalah latihan mengambil napas panjang dan mengeluarkan perlahan. Sabarlah dalam menangkap kata-kata anak yang terkadang sulit untuk dimengerti. Pahami bahwa si kecil masih mengalami keterbatasan kosakata dan kemampuan berkomunikasi.
Dikirim dari Blog Karangjunti Communitywww.facebook.com/karangjunti
